Review Kamar Tipe Studio 25 Di De Braga By Artotel

Hasil gambar untuk de braga artotel

De Braga By Artotel ini lokasinya berada di jalan Braga No 10, Bandung. Lokasinya itu dekat dengan museum Konferensi Asia Afrika. Sebelum menjelma menjadi sebuah hotel, diatas lahan tersebut telah dibangun Sarinah, dimana Sarinah Bandung ini sama dengan Sarinah yang ada di Jakarta. Dilantai lobi hotel ini sepertinya Sarinah masih tetap dipertahankan dalam bentuk satu toko kecil yang menjual barang barang khas Indonesia seperti kemeja batik, pernak pernik etnik, dan semacamnya. 

Dari sisi eksteriornya masih tetap dipertahankannya fasad asli dari bangunan Sarinah, tetapi yang berbeda adalah bangunan tersebut dialihkan fungsinya menjadi terrace cafe yang memanjang. Pada bagian belakangnya, adanya sebuah bangunan utama hotel yang didesain bergaya modernist tahun 60 an di New York. 

Di hotel bintang 4 ini ada 112 kamar yang terbagi kedalam beberapa tipe yaitu studio 25, studio 35, dan Suite. Sedangkan untuk fasilitasnya telah dihadirkannya kolam renang, restoran, terrace cafe, MEETSPACE, dan juga art space. Sebagai contoh ketika kamu memilih menginap di kamar dengan tipe studio 25  maka akan ditempatinya sebuah kamar yang paling kecil di hotel tersebut tetapi masih dapat memberikan pengalaman menginap yang menyenangkan. Untuk lebih jelasnya berikut review kamar tipe Studio 25 di De Braga By Artotel diantaranya yaitu : 

  • Desain Kamar 

Kamar yang berada dilantai 9 ini memiliki jendela besar meski memang bukan berjenis floor to ceiling. Meski kamar ini sedikit terhalang oleh hotel tetangannya tetapi mereka yang menginap di kamar tersebut masih tetap bisa mendapatkan view cantik dari kamarnya. Satu hal yang membuat hotel ini begitu menarik adalah karena mereka dapat mengkombinasikan antara interior sleek modern dengan sentuhan contemporary industrial dan art deco. Ini seperti layer yang bertumpuk tumpuk tetapi sleek modern adalah desain dasar kamarnya. Pada dinding kamarnya ada dua murai yang membuat terlihat lebih artistiknya kamar tersebut. Satu murainya itu ada dibagian belakang headboard, sedangkan yang satunya lagi ada di dinding sebelah tempat tidur. 

  • Kamar Mandi 

Jika interior kamar utamanya itu mengusung konsep sleek modern tetapi desain kamar mandinya justru lebih kental dengan rustic industrial yang dikombinasikan dengan sentuhan art deco. Interior kamar mandinya itu terlihat sangat cantik dalam balutan tiles dengan desain “bata ekspos” berwarna putih. Sedangkan lantainya berwarna abu abu tua sehingga terlihat kontras. Penggunaan wastafel dan cermin kamar mandinya memberikan kesan mewah terhadap penampilan interior kamar mandinya. Dimana wastafel yang digunakannya itu memiliki marble countertop, dan dibagian atasnya ada cermin berbentuk segi empat dengan kerangka besi. 

  • Fasilitas Umum 

Untuk melengkapi kebutuhan para pengunjungnya, hotel ini telah menyediakan beberapa fasilitas umum. Jika pengungjungnya mau ngopi bisa datang langsung ke terrace cafe yang berada dilantai lobi. Ketika kamu sarapan maka adanya restoran yang lokasinya itu berada disamping rooftop garden yang pas untuk kamu main ataupun nongkrong. Diluar restorannya ada area terbuka dengan rumput sintetis yang dapat menjadi tempat yang pas untuk ngobrol bersama teman teman disore hari ketika matahari sudah tidak begitu terik. 

Adanya salah satu spot yang sering muncul di Instagram yaitu tangga yang menghubungkan antara lantai restoran dengan lobi. Di lobinya sendiri ada beberapa instalasi seni seperti wall art besar yang berwarna pink pada bagian samping lift.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *